Salah kaprah dalam mengingat kematian. Sebagian kaum muslimin bisa jadi salah paham dengan maksud hadis โ€œperbanyaklah mengingat kematian.โ€ Ketika mendengar hadis ini, mereka langsung menyangka bahwa mereka diperintahkan untuk mengingat hal-hal yang mengerikan dan seram. Misalnya, โ€œKeluargamu akan terlantar.โ€ HADITS TENTANG SEDEKAH. Levy Hafidzah Shofif. Sedekah dengan ikhlas akan menjanjikan ganjaran pahala buat kita. Kerana setiap perbuatan baik akan dibalas dengan perkara yang baik juga. Allah akan melapangkan dada, membuatkan kita gembira, melegakan perasaan dan mensejahterkan seluruh hidup kita. Bersedekahlah kita walau sedikit dengan seikhlasnya. MANUSIAmempunyai sifat salah dan lupa. Begitu pun dalam melaksanakan kewajiban atau perintah dari Allah Azza Wa Jalla. Terkadang mereka lupa. Lupa dalam hal ibadah wajib seperti shalat, tidak melepaskan kita dari kewajiban itu. Kita harus tetap melaksanakannya ketika sudah mengingatnya. MenurutNurdin akhlaq ini merupakan system nilai yang mengatur pola dalam kehidupan manusia, berkaitan dengan aktivitasnya setiap hari yang didasari dengan pondasi islam dengan berlandaskan al-quran dan hadits. Aktifitas ini meliputi interaksi manusia sehari-hari, baik antara manusia dengan sang khaliq, dengan sesame manusia dan bahkan terhadap alam sekitar. Hadirin yang Berbahagia Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa manusia adalah tempat salah dan lupa. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Terkadangsaya menyebutkan bersama salah satu dari keduanya imam hadits yang meriwayatkan hadits tersebut di dalam kitab-kitab sunnah yang lain untuk tambahan faedah dan menetapkan lafaznya. 3. Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia sebagai suatu yang sia-sia dan tidak berguna. suatu tempat atau semisalnya, Terjemah fatwa oleh Muadz Buton, Takhasus. Pertanyaan. Tawakal yang sebenarnya kepada Allah Taala, di antaranya adalah dengan menempuh sebab. Namun aku mendengar sebagian ulama berkata, โ€œJika seorang menderita sakit dan dia tidak berobat, maka pahalanya lebih besar daripada orang yang berobat dan tidak sabar terhadap rasa sakit yang ia alami. Salah satu hadits tentang sifat lupa manusia adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadits ini berbunyi, โ€œManusia benar-benar lupa, dan hanya Allah yang tidak lupaโ€. Ini berarti bahwa meskipun manusia memiliki hafalan yang terbatas, Allah tidak lupa dengan apa yang telah dipikirkan atau dilakukan manusia. KitabSalat Ied. 1. Dibolehkan kaum wanita keluar pada hari raya menuju tempat salat dan mendengarkan khutbah dengan memisahkan diri dari kaum lelaki. Hadis riwayat Ibnu Abbas, ia berkata: Aku pernah ikut salat Idul Fitri bersama Nabi, Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka semua melakukan salat Ied sebelum khutbah, kemudian ia berkhutbah, ia Fakta kedua: Pembaca Mading at-Tibyan tidak hanya dari kalangan santri saja, tapi juga dari kalangan para netizen di dunia maya. Karena, artikel mading ini juga di- posting di situs minhajulatsar.com. Fakta ketiga: Mading at-Tibyan meluncurkan edisi majalah pada tahun 1442 H atau 2021 M. Uniknya majalah tersebut terbit secara borongan, yaitu 8 The habits of the Prophet are a description of the values contained in the Qur'an. The description of the Prophet's diet as an ideal reference can be seen from the hadith. As the Prophet did not Lupa sifat natural manusia. Tidak ada manusia yang tidak pernah lupa dan salah, termasuk dalam ibadah sekalipun. Besar kemungkinan pada saat mengerjakan ibadah kita lupa dan keliru. Sebab itu, syariat sudah mengantisipasi bagaimana solusinya bila lupa dalam shalat. Sebagian kita mungkin pernah lupa membaca surat pendek setelah surat al-Fatihah. Hikmah di balik musibah. Di antara hikmah yang Allah sebutkan di dalam al-Qurโ€™an atas musibah yang melanda umat manusia adalah: Ujian. Bentuk ujian bagi kaum muslimin, sehingga denganya dapat terbedakan orang yang jujur dengan orang yang dusta di antara mereka dalam hal keimanan terhadap al-Haq. Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman, Adapunlangkah-langkah penerapan metode muqa>ran : 1. Penetapan judul yakni menetapkan sebuah tema yang akan dibahas dengan metode muqa>ran . Misalnya, tema tentang hadis-hadis yang berkenaan dengan syirik, nikah mut'ah atau tema yang lain. free DOWNLOAD makalah/artikel LENGKAP METODE MUQARAN dan APLIKASINYA UNDUH DI SINI 2. Berikut adalah beberapa keutamaan niat dalam Islam. 1. Tidak Ada Amalan yang Diterima Kecuali Berdasarkan Niat. Sebagaimana riwayat hadits yang disebutkan sebelumnya, Nabi Muhammad mengajarkan umatnya bahwa amal perbuatan itu tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan. yNH6f. Kehidupan dunia bukanlah kehidupan hakiki dan ia diibaratkan perhentian seorang musafir buat seketika untuk sampai ke tempat tujuannya. Justeru, setiap saat kematian sentiasa menghampiri kita untuk menuju ke alam kematian tidak mengenal usia dan tidak mengenal kedudukan. Ia boleh berlaku bila-bila masa dan di mana juga. Oleh itu, kita perlu sentiasa bermuhasabah dan seterusnya mempersiapkan diri dengan bekalan sebelum menghadapi kematian untuk menuju kehidupan dalam peringatan, ada golongan yang menyebarkan ini adalah hadith yang masyhur dan diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dikatakan bahawa Nabi SAW bersabda ุฅูู†ูŽู‘ ู…ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ู„ูŽูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ูููŠ ูˆูุฌููˆู‡ู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู ูƒูู„ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ู†ูŽุธู’ุฑูŽุฉู‹ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุถูŽุญููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุจูŽุนูŽุซูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ุนูŽุฌูŽุจูŽุงู‡ู ุจูุนูุซู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ุฃูŽู‚ู’ุจูุถูŽ ุฑููˆุญูŽู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุถู’ุญูŽูƒูMaksudnya โ€œSesungguhnya malaikat maut akan melihat wajah-wajah hamba manusia setiap hari sebanyak 70 kali, apabila hamba tersebut ketawa maka akan diutuskan malaikat tersebut kepadanya lalu berkata Sangat menghairankan, aku telah diutuskan kepada engkau untuk mengambil rohnya ketika dia sedang ketawaโ€. [Jamiโ€™ al-Kabir, 179454, no. hadith 1741]Jawapan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, selawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga baginda SAW, sahabat baginda SAW serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah baginda hadithRiwayat ini telah dihukum sebagai palsu oleh Ibn Iraq al-Kinani dan beliau telah memasukkannya di dalam kitabnya iaitu โ€œTanzih al-Syariah al-Marfuโ€™ah an al-Akhbar al-Syaniโ€™ah al-Maudhuโ€™ahโ€. [Lihat 2375]TarjihSetelah kami meneliti dan menekuni riwayat tersebut, riwayat ini juga terdapat di dalam kitab โ€œal-Tazkirahโ€ oleh Imam al-Qurthubi dan juga di dalam โ€œTarikh al-Baghdadโ€ oleh Ibn al-Najjar. Walaubagaimanapun, kami cenderung dan sependapat dengan Ibn Iraq bahawa hukum riwayat atau hadith ini adalah palsu. Untuk itu, kita tidak boleh sama sekali menyandarkannya kepada Nabi SAW ataupun menyebarkannya kepada orang mengenalpasti akan kesahihan status sebuah hadith adalah penting kerana Nabi SAW telah mengancam terhadap orang-orang yang melakukan pendustaan terhadapnya dan juga kalamnya hadithnya. Sebagaimana sabda Nabi SAWู…ูŽู† ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ุนู†ูู‘ูŠ ุจูุญุฏูŠุซู ุŒ ูŠูŽุฑูŽู‰ ุฃู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุฐูุจูŒ ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุฃุญูŽุฏู ุงู„ูƒุงุฐูุจูŽูŠู’ู†ูMaksdunya โ€œBarangsiapa yang berkata-kata daripadaku akan sebuah hadith dan dia melihat bahawa ia adalah dusta maka dia adalah salah seorang daripada pendusta ituโ€. Riwayat Muslim, Tirmizi, Ibn MajahAkhirnya, semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang cintakan ilmu serta memberi kita kefahaman di dalam agama ini dan memelihara kita daripada melakukan kesalahan dalam menyampaikan hadith Nabi SAW. Amin.โ€“muftiwpโ€“Artikel Berkaitan Ada berjuta kesalahan yang diperbuat manusia. Masing-masing berbeda tingkatan dan bentuknya. Dari sekian banyak kesalahan tersebut setidaknya ada tiga yang menonjol dan merahimi kesalahan-kesalahan turunan. Apa sajakah itu? Khotbah I ุฅู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ู†ุญู…ุฏู‡ ูˆู†ุณุชุนูŠู†ู‡ ูˆู†ุณุชุบูุฑู‡ ูˆู†ุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุดุฑูˆุฑ ุฃู†ูุณู†ุง ูˆู…ู† ุณูŠู‘ูุฃุชู ุฃุนู…ุงู„ู†ุง ู…ูŽู† ูŠู‡ุฏู‡ ุงู„ู„ู‡ ูู„ุงู…ูุถูู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ ูˆูŽู…ู† ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ู‡ู ููŽู„ูŽุงู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ุŒ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆ ุฑุณูˆู„ู‡. ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุฃู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†ุŒ ุฃู…ุง ุจุนุฏ. ููŠุงุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆุตูŠูƒู… ูˆู†ูุณู‰ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ Jamaah Jumโ€™at rahimakumullah, Manusia adalah tempat salah dan lupa, kata sebuah Hadits. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Justru sebaliknya, Hadits ini ingin memberi rambu-rambu kepada para hamba Allah bahwa diri mereka sangat rentan berbuat lalai dan terjerumus dalam kekeliruan. Yang paling penting bagi manusia adalah senantiasa hati-hati agar tidak terperosok ke lubang dosa dan kesalahan. Tentang hal ini, sebagaiman tercantum dalam kitab Muntabihat alal Istiddi li Yaumil Mรฎรขd, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ุฃูŽูˆู’ุญูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ููˆู’ุณูŽู‰ ุจู’ู†ู ุนูู…ู’ุฑูŽุงู† ูููŠ ุงู„ุชู‘ูˆู’ุฑุงุชู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽู‡ูŽุงุชู ุงู’ู„ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ุงู„ูƒูุจู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุณูŽุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฑู’ุตูุŒ ููŽู†ูŽุดูŽุฃูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ ููŽุตูุฑู’ู†ูŽ ุชูุณู’ุนูŽุฉูŒ ุงู„ุฃููˆู’ู„ู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุชู‘ูŽุฉู ุงู„ุดู‘ูุจูŽุนู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูŽุฉู ูˆูŽุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุญูุจู‘ู ุงู„ุซู‘ูŽู†ุงูŽุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽุฉู ูˆูŽุญูุจู‘ู ุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุณูŽุฉู โ€œAllah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn Imran dalam kitab Taurat Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.โ€ Pertama, takabur atau angkuh atau sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam alaihissalam membuatnya membangkang dari perintah Allah subhanahu wataโ€™ala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam. Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri. ุงู„ูƒูุจู’ุฑู ุจูŽุทู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุบูŽู…ู’ุทู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู โ€œTakabur merupakan sikap mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lainโ€ Yang kedua, adalah hasud. Istilah lain dari sifat ini adalah iri atau dengki. Orang yang hasud memiliki ciri menjilat ketika sedang berhadapan dan mengumpat saat berada di belakang. Orang yang dihinggapi penyakit hati ini selalu diliputi rasa susah kala menyaksikan orang lain gembira; dan sebaliknya, merasa gembira kala orang lain sedang susah. Selain menyiksa batin sendiri, hasud juga menggerogoti amal kebaikan. ุฅูŠู‘ูŽุงูƒู… ูˆุงู„ุญุณุฏูŽุŒ ูุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุญุณุฏูŽ ูŠุฃูƒู„ู ุงู„ุญุณู†ุงุชู ูƒู…ุง ุชุฃูƒู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุงู„ุญุทุจูŽ โ€œJauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar.โ€ HR Abu Dawud Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak. Yang dimaksud dalam hal ini adalah serakah terhadap kehidupan duniawi. Sebagaimana yang diberikan kepada Iblis dan binatang, Allah juga menganugerahi kita keinginan-keinginan. Hanya saja Allah memberikah kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut tersalurkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tak kalah membahayakannya dari takabur dan hasud. Orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tak peduli dengan kondisi di sekelilingnya, bahkan kadang kondisinya sendiri. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar. Seorang politisi rela melakukan risywah suap dan fitnah karena serakah terhadap jabatan. Jamaah shalat Jumโ€™at yang semoga dirahmati Allah Ketiga sifat itulah yang disebut ummahatul khathรขyรข, biang kesalahan. Dikatakan โ€œbiangโ€ karena ketiganya menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa lain. Khatib mengajak diri sendiri juga kepada hadirin sekalian untuk senantiasa mengevaluasi diri, seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari kita perbaiki selagi kesadaran masih bersemayam di dalam hati. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda ูƒูู„ูู‘ ุจูŽู†ููŠู’ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูŽุทู‘ูŽุงุกูŒ ูˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุฆููŠู’ู†ูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุจููˆู’ู†ูŽ. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชูู‘ุฑู’ู…ู€ูุฐููŠูู‘ "Setiap anak adam manusia berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat." HR At-Tirmidzi Khotbah II ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุงูู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง ุงูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุงูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุงูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู‘ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑููˆูŽุนูู…ูŽุฑูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุงูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุงูˆูŽุงูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐูู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ Alif Budi Luhur

hadits manusia tempat salah dan lupa