Peningkatankualitas suatu produk dapat ditingkatkan dengan sistem komputerisasi yang memadai. (baca juga : peran komputer dalam dunia pendidikan) Khususnya di bidang industri dimana penggunaan komputernya sangat aplikatif. Hampir di segala aspek perindustrian memerlukan komputer. Mulai dari proses produksi,pengemasan,dan distribusi. c Hidupkan timbangan digital tersebut dengan cara menghubungkan kesumber listrik, kemudian tekan tombol “on”. d) Pastikan posisi timbangan pada posisi “nol”. e) Letakan barang (kemasan yang berisi DOC) pada flat. f) Tunggu hinga digit angka perhitungan barang berhenti. g) Baca hasil penimbangan pada layar display. PerbaikanKualitas Dengan Minimasi Cacat pada Proses Pengemasan Obat Solid Menggunakan Metode Triz 1Ayu Anugrah Rizki, 2Dewi Shofi, 3Iyan Bachtiar . 1. Program Kemasanini menampilkan gambar wajah dimana terdapat pil sebagai jerawat sehingga apabila orang sedang gatal dengan jerawatnya dapat menekan pil tersebut untuk kemudian ditelan SABUN Sebagian besar manusia kini menggunakan sabun dalam kehidupan sehari-harinya untuk membersihkan tubuh, pakaian, peralatan rumah, mobil, dan sebagainya. kitaditujukan pada proses pengolahan pangan maka terdapat berbagai kemungkinan perlakuan yang mungkin terkenakan pada bahan pangan selama pengolahannya. Secara skematis, perlakuan-perlakuan (merupakan satuan operasi industri pangan) tersebut dapat diamati pada Gambar 1.1. Gambar 1.1. Berbagai Satuan Operasi dalam Industri Pangan P PENDAHULUAN Keutuhantersebut menjadi dasar dalam Gambar 15. Berbagai Kondisi Jenis Bahan Terkemas dalam tumpukan.. 99 Gambar 16. Mengambil Kemasan Kecil..100 Gambar 17. Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dan Perikanan adalah seperti pada gambar berikut: Keterangan : Berdasarkanhal tersebut peneliti membuat Fishbone diagram untuk menentukan akar penyebab dari jenis kegagalan berupa . Hasil dari tabel FMEA ini case depth digunakan untuk merancang xpert System. Perancangan xpert SEystem dalam penelitian ini E menggunakan software PHP dan MySQL. Pada sistem pakar ini akan diajukan beberapa pertanyaan. Kemudianbagian atas diikat menggunakan tali rafia. Gambar 7. Pengemasan cabai kering menggunakan karung oleh petani pengumpul Kegiatan penyimpanan tidak dilakukan baik di tingkat petani maupun petani pengumpul untuk menghindari pembusukan pada cabai keriting, karena cabai keriting rawan sekali busuk. KepalaPPDDP berkoordinasi dengan Kepala Kantor Wilayah DJP dalam rangka mengawasi pelaksanaan penelitian, penerimaan dan pengemasan SPT serta dapat membantu kelancaran kegiatan-kegiatan tersebut dari KPP dalam wilayah kerjanya sehingga SPT tersebut dapat diproses secara sistematis pada aplikasi PPDDP. 2. Pemilihanbahan dalam pengemasan disesuaikan dengan jenis produk yang akan kita hasilkan. Apakah produk tersebut termasuk olahan basah, kering, atau lainnya. Anda cukup meletakan plastik kemasan diantara hand sealer tersebut, lalu di tekan layaknya mesin press. Dengan menggunakan alat pengemas hand sealer, makanan Anda dapat bertahan Selainitu label juga mempromosikan produk melalui gambar atau desain yang menarik. Jenis Label. Secara umum ada 4 jenis label berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai berikut: Label produk adalah bagian dari pengemasan sebuah produk yang mengandung informasi mengenai produk atau penjualan produk. Label merek adalah nama merek yang Padasaat ini belum ada sistem pakar yang spesifik ke satu jenis mobil (Avanza tipe S kapasitas 1.500 cc). Pada penelitian ini dibangung sebuah sistem pakar deteksi masalah kelistrikan pada jenis mobil tersebut. 2. METODOLOGI PENELITIAN Cara menyelesaikan masalah dalam penelitian yang dilakukan meliputi sejumlah langkah-langkah yaitu: a. padaGambar 1. Convolutional layer memiliki beberapa layer yang difungsikan untuk melakukan filter pada setiap prosesnya. Prosesnya disebut dengan proses training (Pinto et al. 2017). Pada CNN memiliki dua tahapan, yaitu tahap feature learning dan classification. Input gambar pada model CNN menggunakan citra yang berukuran 64x64x3. Pilihlahgambar menarik dengan warna-warna cerah untuk desain packaging produk yang bisa menarik konsumen. Gunakan permainan warna, huruf, logo, serta gambar yang diunggah sesuai keinginan Anda sebagai media yang menggambarkan keindahan produk Anda. Jenis Packaging Terdapat tiga jenis packaging yang umum digunakan oleh perusahaan di Mockupberfungsi sebagai jembatan antara sketsa gambar (desain) dengan hasil akhir pada saat gambar atau desain direalisasikan. Mockup juga dapat menghemat biaya dalam mengumpulkan pendapat dan feedback (umpan balik, masukan) dari klien, calon pengguna, hingga atasan tentang tampilan dan nuansa produk. Dan setelah itu, desain produk akan WzQz4. at December 9, 2019 Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai jenis jenis pengemasan. Anda dapat menyegel atau menutup kemasan dengan sangat rapat menggunakan mesin continuous sealer. Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar Berdasarkan fungsinya, kemasan moderen dibagi atas tiga kategori, yakni Primary Packaging, Secondary Packaging, dan Tertiary Packaging. Yang dimaksud dengan Primary Packaging adalah material atau kemasan yang pertama kali bersentuhan langsung dengan isi produk. Contohnya bermacam-macam, misalnya botol, kaleng, aerosol spray, amplop, bungkus permen, plastik pembungkus makanan, skin pack, wrappers, dll. Sementara Secondary Packaging adalah kemasan yang membungkus primary packaging atau kemasan yang ukurannya lebih besar dan mewadahi beberapa primary packaging sekaligus. Contohnya kardus atau shrink wrap. Kantong plastik yang sering anda gunakan untuk membawa beberapa kaleng atau botol juga termasuk ke dalam kategori secondary packaging. Terakhir, yang masuk kategori Tertiary Packaging adalah jenis kemasan yang digunakan untuk melindungi produk saat pengiriman atau pendistribusian. Contohnya container, barrel, dll. Tujuan Kemasan Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik menunjukkan tanda-tanda pembukaan sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk. Jenis Jenis Pengemasan Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan kaleng susu, botol minuman, dll. Pengemasa nSekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan. Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Kemasan sekali pakai Disposable, yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng. Pengemasan yang dapat dipakai berulang kali Multi Trip, kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap. Kemasan yang tidak dibuang Semi Disposable. Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol. Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya. siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik. Itulah ulasan mengenai jenis jenis pengemasan yang dapat anda coba. Resep Aneka keripik juga dapat di kemas dengan rapi agar lebih menarik. ArticlePDF Available Abstract and FiguresBuah tomat memiliki kadar air tinggi yang menyebabkan buah tomat cepat mengalami kerusakan. Tomat setelah dipanen masih melakukan proses metabolisme menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam buah. Selain aktivitas metabolisme kerusakan dapat juga disebabkan kontaminasi mikroba, pengaruh suhu, udara dan kadar air Santoso, 2006. Oleh karena itu perlu dijaga mutu dan kesegarannya agar tidak mudah rusak. Salah satu cara untuk megatasi kendala tersebut adalah dengan pengemasan dan pengaturan atmosfir disekeliling produk. Cara paling efektif untuk menurunkan laju respirasi adalah dengan menurunkan suhu produk dan melakukan pengemasan dengan kemasan plastik Rahmawati, 2010. Pemilihan jenis kemasan yang baik dan penyimpanan dalam udara yang terkendali dapat memperpanjang umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terhadap mutu buah tomat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimen. Penelitian menggunakan dua jenis kemasan plastik dan komposisi O2 = 3-6 % dan CO2 = 5-8% serta penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan plastik Wrap dan plastik Polypropilen dalam penyimpanan atmosfir termodifikasi berpengaruh terhadap laju respirasi, total padatatan terlarut, susut bobot dan vitamin C buah tomat sedangkan terhadap nilai kekerasan dan umur simpan tidak berpengaruh Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. PENGARUH JENIS KEMASAN PADA PENYIMPANAN ATMOSFIR TERMODIFIKASI BUAH TOMAT Ifmalinda Program Studi Teknik Pertanian-Fakultas Teknologi Pertanian-Universitas Andalas E-mail ifmalinda_1273 ABSTRAK Buah tomat memiliki kadar air tinggi yang menyebabkan buah tomat cepat mengalami kerusakan. Tomat setelah dipanen masih melakukan proses metabolisme menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam buah. Selain aktivitas metabolisme kerusakan dapat juga disebabkan kontaminasi mikroba, pengaruh suhu, udara dan kadar air Santoso, 2006. Oleh karena itu perlu dijaga mutu dan kesegarannya agar tidak mudah rusak. Salah satu cara untuk megatasi kendala tersebut adalah dengan pengemasan dan pengaturan atmosfir disekeliling produk. Cara paling efektif untuk menurunkan laju respirasi adalah dengan menurunkan suhu produk dan melakukan pengemasan dengan kemasan plastik Rahmawati, 2010. Pemilihan jenis kemasan yang baik dan penyimpanan dalam udara yang terkendali dapat memperpanjang umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terhadap mutu buah tomat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ekperimen. Penelitian menggunakan dua jenis kemasan plastik dan komposisi O2 = 3-6 % dan CO2 = 5-8% serta penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kemasan plastik Wrap dan plastik Polypropilen dalam penyimpanan atmosfir termodifikasi berpengaruh terhadap laju respirasi, total padatatan terlarut, susut bobot dan vitamin C buah tomat sedangkan terhadap nilai kekerasan dan umur simpan tidak berpengaruh . Kata kunci-Buah Tomat, Jenis Kemasan, Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi PENDAHULUAN Tomat Lycopersicum escuentum Mill merupakan salah satu produk hortikultura yang berpotensi, menyehatkan dan mempunyai prospek pasar yang cukup menjanjikan. Tomat baik dalam bentuk segar maupun olahan memiliki komposisi zat gizi yang cukup lengkap dan baik. Tomat digolongkan sebagai sumber vitamin C yang sangat baik karena 100 gram tomat memenuhi 20% atau lebih dari kebutuhan vitamin C sehari Astawan, 2008. Buah tomat umumnya dikonsumsi sebagai buah segar. Tomat merupakan buah yang cepat mengalami kerusakan akibat masih berlangsungnya proses fisiologis. Hal ini juga disebabkan karena produk hortikultura ini merupakan struktur hidup yang masih mengalami perubahan kimia dan biokimiawi yang diakibatkan aktivitas metabolisme. Oleh karena itu perlu dijaga mutu dan kesegarannya agar tidak mudah rusak. Salah satu cara untuk megatasi kendala tersebut adalah dengan pengemasan dan pengaturan atmosfir disekeliling produk. Selain mengalami proses respirasi, setelah panen tomat akan mengalami pelayuan akibat adanya proses transpirasi. Untuk menghindari hal ini dapat dicegah dengan jalan menaikkan kelembaban nisbi udara, menurunkan suhu, dan mengurangi gerak udara dengan menggunakan kemasan. Berkembangnya teknologi pengemasan, sekarang sudah banyak pengemasan diperkanalkan untuk melindungi produk dan menambah daya tarik bagi konsumen dengan harga yang relatif murah dan mudah diperoleh. Sejak plastik dikenal masyarakat luas, berbagai kemasan plastik kini berhasil dibuat dalam negeri. Penggunaan bahan plastik sebagai bahan pengemas bertujuan melindungi, mengawetkan dan menampilkan produk agar menarik. Beberapa jenis plastik yang digunakan dalam pengemasan dan mudah diperoleh adalah Polypropilen. Plastik Polypropilen ini merupakan pilihan bahan plastik terbaik karena plastik jenis ini memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak serta daya tembus uap yang rendah, cocok digunakan untuk pengemasan sayur dan buah. Polypropilen memiliki densitas yang rendah dan memiliki titik lunak lebih tinggi dibandingkan Polyetylen, permeabilitas sedang, tahan terhadap bahan kimia Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 2 Rochman, 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi konsentrasi terhadap masa simpan dan mutu buah tomat. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2016 di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang. B. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tomat yang dipanen pada umur petik 90 hari dan dipilih yang bentuknya sempurna, sehat, tidak cacat atau luka, dan ukuran relatif seragam. Bahan lain yang digunakan adalah kemasan plastik polypropylen PP, plastik wrapping, lilin malam, Gas O2, CO2, dan N2, bahan untuk pengukuran vitamin C. Peralatan yang digunakan adalah tabung gas O2 dan CO2 kertas label, stoples kaca, selang plastik, timbangan, handle oxygen dan carbon dioksida analyzer untuk mengukur komposisi gas CO2 dan O2, mesin pendingin refrigerator, Force gauge untuk mengukur tingkat kekerasan, dan refractometer untuk mengukur total padatan terlarut, dan injektor gas. C. Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan komposisi O2 = 3-6 % dan CO2 = 5-8%. Sampel dimasukan ke dalam stirofom yang dikemas dengan plastik kemasan polypropilen dan plastik wrapping kemudian dimasukan gas O2 dan CO2 sesuai dengan konsentrasi yang ditentukan. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan setiap 4 jam, untuk pengukuran laju respirasi dan pengamatan untuk susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut dan kadar vitamin C dilakukan setiap 1x 24 jam. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Laju Respirasi Buah Tomat Berdasarkan dari hasil pengamatan, laju respirasi buah tomat dalam dua jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi selama proses penyimpanan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Laju Resprasi Buah Tomat dalam Dua Jenis kemasan pada Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laju Respirasi mg/kg/jamLama Penyimpanan HariPlastik WrapPlastik PP Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 3 Pada gambar terlihat bahwa jenis kemasan berpengaruh terhadap laju respirasi buah tomat. Laju respirasi cendrung mengalami kenaikan baik pada kemasan plastik Wrap maupun plastik Polypropilen. Pada penyimpanan dalam plastik Wrap nilai respirasi lebih rendah dibandingkan dalam kemasan plastik Polypropilen. Hal ini disebabkan oleh sifat plastik yang berbeda. Plastik Polypropilen memiliki densitas dan tingkat lunak yang tinggi dan plastik Wrap memiliki daya tembus yang lebih besar sehingga kehilangan udara juga lebih besar. Husna, 2008, menyatakan bahwa tingginya nilai respirasi dipengaruhi oleh meningkatnya suplai oksigen yang diterima produk. Dimana jika jumlah oksigen lebih dari 20% respirasi, maka hanya sedikit yang berpengaruh terhadap umur simpan dan bila konsentrasi CO2 tinggi dapat memperpanjang masa simpan produk. Terbatasnya O2 mengakibatkan perombakan klorofil tertunda, laju pembentukan asam askorbat berkurang sehingga umur simpan produk lebih lama. Selain O2 dan CO2, yang berpengaruh terhadap metabolisme dalam menghambat laju respirasi seperti dalam penelitian Basuki et al., 2010 Pada akhir penyimpanan terlihat bahwa laju respirasi buah tomat cendrung semakin menurun, hal ini disebabkan karena cadangan energi dari tomat yang disimpan telah sedikit atau dengan kata lain proses metabolisme sedang menuju fase kebusukan. Jenis kemasan pada laju respirasi tidak berpengaruh terhadap umur simpan buah tomat. B. Susut Bobot Buah Tomat Hasil pengamatan susut bobot buah tomat dalam dua jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terlihat pada Gambar 2. Gambar 2. Susut Bobot Buah tomat dalam Dua Jenis Kemasan pada Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi Nilai susut bobot pada plastik Polypropilen menunjukan nilai yang fluktuatif dibandingan dengan kemasan dengan plastik Wrap, hal ini disebabkan sifat plastik yang berbeda dan adanya kebocoran plastik selama penyimpanan. Bobot buah tomat selama proses penyimpanan mengalami penurunan dan persentase susut bobot mengalami kenaikan sebanding dengan lama penyimpanan. Susut bobot terjadi karena pada proses respirasi terjadi proses secara kimiawi antara O2 dan karbohidrat dengan menghasilkan CO2 dan H2O uap air yang dilepaskan ke udara. Nilai susut bobot pada plastik wrap mengalami penurunan selama penyimpanan, hal ini disebabkan plastik wrap daya tembus lebih besar dan memudahkan untuk masuknya udara luar sehingga menganggu komposisi O2 dan CO2nya. Qantiyah 2004, mengemukakan produk segar kehilangan air sebesar 10%. Kehilangan susut bobot disebabkan karena proses transpirasi dan repirasi pada buah. Susut 11Susut BobotLama Penyimpanan HariPlastik WrapPlastik PP Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 4 bobot juga disebabkan hilangnya air dari kemasan ke lingkungan, yang disebabkan perbedaan tekanan uap air di antara film kemasan, dan kehilangan CO2selama respirasi. Kehilangan air selama penyimpanan tidak hanya menurunkan susut bobot tetapi juga menurunkan mutu dan menimbulkan kerusakan. Kehilangan air yang banyak akan menyebabkan pelayuan dan pengkeriputan Muchtadi, 1992. Modifikasi atmosfir akan menyebabkan proses respirasi terhambat, sehingga dapat menekan kehilangan substrat dan kehilangan air. Salah satu penyebab kehilangan bobot buah-buahan adalah proses transpirasi, penyusutan bobot buah dipengaruhi oleh hilangnya cadangan makanan karena proses respirasi Kader dan Moris, 1992. Jenis kemasan berpengaruh terhadap susut bobot buah tomat. Penyimpanan dengan bahan plastik dan sifat plastik yang digunakan juga berbeda terutama permeabilitasnya yang memungkinkan zat dapat keluar atau masuk dalam kemasan plastik ini Batu dan Thomson, 1998. C. Tingkat Kekerasan Buah Tomat Hasil pengamatan tingkat kekerasan buah tomat dalam dua jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terlihat pada Gambar 3. Jenis kemasan tidak berpengaruh terhadap tingkat kekerasan buah tomat. Kekerasan merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kematangan suatu produk pertanian terutama buah-buahan. Buah-buahan yang mengalami proses kematangan cendrung memiliki tingkat kekerasan yang lebih lunak dibandingkan sebelum proses pematangan. Gambar 3. Tingkat Kekerasan Buah tomat dalam Dua Jenis Kemasan pada Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi Tingkat kekerasan buah tomat dari hasil pengamatan terlihat bahwa selama penyimpanan dari awal simpan sampai dengan akhir penyimpanan menunjukan penurunan baik dalam plastik Wrap maupun plastik Polypropilen. Hal ini disebabkan pemecahan senyawa pectin yang menyebabkan tekstur buah menjadi lunak Kartasapoetra, 1994. Tingkat kekerasan buah berhubungan dengan sistem jaringan kulit yang diwakili oleh epidermis sebagai pelindung luar buah. Pertukaran gas, kehilangan air, kerusakan mekanis, ketahanan terhadap tekanan dan perubahan kekerasan semuanya dimulai dari permukaan buah Chaudhary, et al., 2006. Agus et al., 2007 serta Rohmana 2000 menambahkan bahwa daging buah menjadi empuk karena adanya degradasi pectin dan hemiselulosa pada buah. Selama proses pematangan dan penyimpanan buah sebagian propektin tidak larut dalam air berubah menjadi pectin yang larut dalam air sehingga menurunkan daya kohesi dinding sel yang 0246810120 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17Tingkat KekerasanLama Penyimpanan Hariplastik Wrappplastik PP Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 5 mengikat sel satu dengan yang lain akibatnya kekerasan buah akan menurun dan buah menjadi lunak Afrazak, 2014. D. Total Padatan Terlarut Buah Tomat Hasil pengamatan total padatan terlarut buah tomat dalam dua jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terlihat pada Gambar 4. Jenis kemasan berpengaruh terhadap total padatan terlarut, pada plastik Wrap nilai total padatan terlarut lebih tinggi dibandingkan buah tomat berada dalam kemasan plastik Polypropileh, hal ini disebabkan oleh sifat plastiknya. Plastik Polypropilen mempunyai ketahanan untuk melindungi lebih besar dibandingkan plastik wrap yang lebih tipis. Gambar Padatan Terlarut Buah tomat dalam Dua Jenis Kemasan pada Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi Total padatan terlarut buah tomat sejak mulai hari pertama penyimpanan mengalami peningkatan kemudian mengalami penurunan hingga akhir penyimpanan. Hal ini terlihat penyimpanan dalam kemasan plastik Polypropilen mengalami bentuk grafik fluktuatif. Nilai total padatan yang bervariasi ini diduga disebabkan oleh tingkat kematangan buah yang tidak seragam. Kematangan buah yang tidak seragam menyebabkan aktifitas respirasi yang abnormal sehingga proses pemecahan gula sederhana bervariasi. Perubahan kadar total padatan terlarut secara umum selama penyimpanan pada suhu ruang dan suhu dingin mengalami peningkatan pada titik maksimal kemudian mengalami penurunan sampai hari terakhir penyimpanan mendekati buah mengalami kebusukan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Biale dan Young 1971 yang menyatakan bahwa kecendrungan yang umum ialah mula-mula terdapat kenaikan kandungan gula yang tinggi yang kemudian disusul dengan penurunan, pada buah klimaterik keadaan seperti ini menjadi penandanya. Terdapatnya perbedaan nilai total padatan terlarut pada jenis kemasan yang berbeda disebabkan daya tembus masing-masing plastik berlainan sehingga laju respirasi yang mempengaruhi total padatan terlarut tomat itu menjadi berbeda Hasanah, 2009. Perubahan total padatan terlarut pada awal penyimpanan menunjukan peningkatan. Hal ini disebabkan kadar gula selama penyimpanan cendrung meningkat. Pernyataan tersebut sesuai dengan penelitian Hakim et al., 2012 total gula selama penyimpanan cendrung meningkat yang disebabkan asam-asam organik selama proses penyimpanan akan diubah menjadi gula. Wills et al., 1981 peningkatan total padatan terlarut terjadi pada suhu ruang disebabkan karena suhu tinggi dapat mempercepat reaksi kimia antaralaian pemecahan karbohidrat oleh aktifitas enzim. 01234567890 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17Nilai Total Padatan Terlarut BrixLama Penyimpanan HariPlastik WrapPlastik PP Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 6 E. Vitamin C Hasil pengamatan vitamin C buah tomat dalam dua jenis kemasan pada penyimpanan atmosfir termodifikasi terlihat pada Gambar 5. Jenis kemasan berpengaruh terhadap vitamin C, hal ini disebabkan oleh sifat plastiknya. Gambar 5. Vitamin C Buah Tomat dalam Dua Jenis Kemasan pada Penyimpanan Atmosfir Termodifikasi Kandungan vitamin C buah tomat sejak mulai hari pertama penyimpanan mengalami fluktuatif baik dalama kemasan platik Wrap maupun dalam kemasan platik Polypropilen hingga akhir penyimpanan. Hal ini disebabkan selama penyimpanan vitamin C mempunyai sifat yang tidak stabil, mudah teroksidasi jika terkena udara dan proses ini dapat dipercepat oleh panas, itu sebabnya pengaturan suhu dan cara penanganan tomat akan membantu pertahankan vitamin C Martin et al., 1981. Terdapatnya perbedaan kadar vitamin C pada jenis kemasan yang berbeda disebabkan daya tembus masing-masing plastik berlainan sehingga laju respirasi yang mempengaruhi kadar vitamin C tomat itu menjadi berbeda Hasanah, 2009. Jenis plastik Polypropilen merupakan pilihan yang baik karena plastik jenis ini memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak serta daya tembus uap yang rendah, dan cocok digunakan untuk pengemasan sayuran dan buah Rochman, 2007. KESIMPULAN Jenis kemasan plastik wrap dan plastik Polypropilen berpengaruh terhadap laju respirasi, total padatan terlarut, susut bobot dan vitamin c buah tomat pada penyimpanan atmosfir termodifikasi. Jenis kemasan tidak berpengaruh terhadap nilai kekerasan dan umur simpan buah tomat. DAFTAR PUSTAKA Afrazak., J. Erma, P. Dan Endang, K. 2014. Pengaruh Plastik Low Density Polyethylen LPDE, Hihg Density Polyetylene HDPE dan Polipropilen PP Terhadap Penundaan Kematangan Buah Tomat. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang, Volume XXII, No 155. 01020304050607080012345678910 11 12 13 14 15 16Vitamin CLama Penyimpanan HariPlastik WrapPlastik PP Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol. 21, Maret 2017, ISSN 1410-1920, EISSN 2579-4019 Ifmalinda ================================================================================ 7 Agus, P., Widdi U., dan Isyuniarto. 2007. Pengaruh Lama Waktu Ozonisasi terhadap Umur Simpan Buah Tomat Lycopersicum esculentum Mill. Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan 237-239. Astawan, Made. 2008. Sehat dengan Sayuran. Jakarta Dian Rakyat. h 138-43. Basuki E, Parudianto A, Wilianto U. 2010. Pengaruh Konsentrasi NaOH Kualitas Mangga CV Madu Selama Penyimpanan Dalam Kemasan Plastik Polietilen. Jurnal Agrotecnos Vol 20. No 1, 31-40. Batu, A and AK. Thompson. 1998. Effec of Modified Atmsphere Packaging on Post Harvest Qualitics of Pink Tomatoes. Jurnal of Agriculture and Forestry hal. 22. Biale, J. B. Dan Young. 1971. The Avocado Pear. Dalam Hulme, The Biochemistry of Fruit and Their Produce. Vol 2. Academic Press. London. Chaudary, Sharma Shakya anda Gautam 2006. Effect of Plant Growth Regulators on Growth, Yield and Quality of Chilly Capsicum annum L. at Rampur. Journal of the Institute of Agriculture and Animal Sicience. Chitwan. Hasanah, U. 2009. Pemanfaatan Gel Lidah Buaya sebagai Edible Coating untuk Memperpanjang Umusr Simpan Paprika Capsicum annum varietas Sunny. [Tesis]. Bogor. Institut Pertanian Bogor 97. Hakim, A. Md. K Islam, Md. Ibrahim, Md Ara and F. Haque. 2012. Status of The Bahvioral Pattern of Biochemical Properties of Banan in The Storage Condition. International Journal of Bioscience IJB. Vol. 28 83-94. Husna, I. 2008. Pengaruh Suhu Penyimpanan dan Pengemasan Terhadap Kesegaran Brokoli. [Skripsi] Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang. Hal 67. Kader, dan L. L. Morris. 1997. Relative Tolerance of Fruits and Vegetables to Elevated CO2 dan Reduce O2 Levels. Michighan State University. Hort. Report 28 260. . California 94022. Lange Meadsical Publicatins hal 21. Kartasapoetra, Tenologi Penanganan Pasca Panen. PT. Rineka Cipta. Jakarta. Martin, 1981. Hapers Review of Biochemistry Los Altos Rahmawati, Maulida. 2010. Pengemasan pada Buah sebagai Upaya Memperpanjang Umur Simpan dan Kajian Sifat Fisiknya Selama Penyimpanan. Jurnal Teknologi Pertanian 6 2 45-49. Rohmana. 2000. Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dalam penanganan Pascapanen Pisang Canvendish Musa Canvendishhii L.. Bogor Insitutut Pertanian Bogor. Roys R, RC Annantheswaran and RB Beelman. 1995. Fresh mushroom quality asaffected by modified atmosphere packaging. J. Food. Sci. 60 2 334-340. Santoso. 2006. Teknologi Pengawetan Bahan Segar. Laboratorium Kimia Pangan Fakultas UWIGA. Malang, hal 27. Wills, Lee, Glasson and E, 1989. Postharvest and Introduction to the Physiology and Handling of Fruit and Vegetables. Van Nostrand Reinhold. New York. Wills, Lee, Glasson and E, 1981. Postharvest and Introduction to the Physiology and Handling of Fruit and Vegetables. South China Printing Co., Hongkong ... One of the packaging techniques that can be done for vegetables is to use plastic wrap. In a study conducted by Ifmalinda 2017, it showed that packaging using plastic wrap could further suppress the respiration rate of tomatoes by limiting the oxygen that would enter the tomatoes. Plastic wrap packaging also prevents large amounts of tomato weight loss, maintains the texture and firmness of tomatoes, and extends shelf life. ...p>Vegetables are classified as food ingredients that are easily wilted and easily damaged so that vegetables that have been harvested must be marketed and consumed immediately. At room temperature, the freshness of leaf vegetables can only last for 12 hours. For this reason, proper postharvest handling is needed to maintain quality and extend the shelf life of these commodities, including ozone technology ozonization. Ozone is able to shed pesticide and bacterial contamination as well as heavy metals attached to the surface of fruit or vegetables, making it safe for consumption for health. Vegetable cultivation by productive communities as micro-entrepreneurs has developed quite a lot. The problem that still occurs is the lack of efforts to extend the shelf life of vegetables that can increase consumer preferences for spinach. The “Mutiara Organik” Farmer Group in Sumberejo Village, Ngablak District, Magelang Regency made these efforts by cultivating vegetables and applying ozonation. The program begins with the introduction of packaging technology and continues with the presentation of permits from the Ministry of Health for ozonized organic vegetables. This program provides farmers with a set of production tools and packaging. The analysis also shows that ozone treatment provides higher efficiency, because it can reduce weight loss compared to Japanese spinach without ozone treatment. In addition, ozone treatment has the potential to increase vegetable productivity and quality. Keywords ozonization; shelf life; vegetables

pada gambar tersebut menggunakan jenis pengemasan