Sebagaiseorang pendidik, cara saya memanfaatkan buku teks IPS dengan memadukan studi kritis pada zaman sekarang yaitu dengan mengaitkan peran IPTEK dalam kehidupan manusia pada zaman sekarang ini
Idbookstorememiliki beberapa kategori buku yang dapat diakses mulai dari buku fiksi, non fiksi, maupun buku fiksi ilmiah. Buku yang disusun berdasarkan kaidah keilmiahan. Motivasi. Buku yang berisi kajian psikologis untuk membangkitkan gairah atau semangat bagi para pembacanya.
serabutotot tidak dapat diubah tetap secara pelan latihan khusus dapat meningkatkan kemampuan serabut otot dan mengubah struktur biokimianya. Berdasarkan penjelasan tersebut, seorang atlet yang mempunyai proporsi otot merah lebih banyak, mungkin akan lebih berhasil pada olahraga yang memerlukan daya tahan. Jika proporsi otot
3 Buku Motivasi. Jenis buku non fiksi yang lainnya adalah buku motivasi. Buku motivasi merupakan buku yang diperlukan seseorang untuk mendorong dirinya dan mengangkat semangat hidupnya agar kembali termotivasi. Karena tak bisa dipungkiri, setiap orang pasti membutuhkan dorongan atau semangat dari luar untuk diri sendiri.
Pemasalahanbuku teks yang terdapat di dalam pembelajaran sejarah (buku catatan: 06-09-2012) yaitu terdiri dari: 1. Sangat sedikit mengandung ceritera yang dapat dikaji dan di ambil pelajaran oleh siswa sehingga tidak membuat sisw kritis; 2. Membuat siswa terbenam dalam lautan fakta yang digambarakan secara kering; 3.
KajianDalam Bidang Ilmu Perpuakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik bahwa mudah-mudahan buku ini dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan pemikiran yang lebih kritis terhadap fenomena informasi dan pengetahuan, dalam rangka menciptakan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Depok, 2019 Tim Perumus
Motivasijuga didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu berdasarkan mana dari berperilaku dengan cara te rtentu untuk memenuhi keinginan dan kebutuhanya. Adapun pemotivasian dapat diartikan sebagaipemberian motif-motif sebagai pendorong agar orang bertindak, berusaha untuk mencapai tujuan organisasional (Silalahi, 2002).
Berdasarkandata yang berhasil dikumpulkan, proses pe- milihan buku berbahasa Arab yang diterjemahkan di Indonesia ternyata melibatkan banyak motif dan pihak-pihak yang menentukan diterjemahkan tidaknya suatu buku. Motivasi di sini adalah hal-hal yang mendorong seseorang atau pihak- pihak terkait untuk menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab
2 Memfasilitasi para peserta agar dapat memahami materi modul dan bahan pengayaan yang tersedia. Berdasarkan langkah-langkah tersebut, diharapkan para peserta Penlok Pekerti akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang selanjutnya berdampak pada peningkatan kualitas hasil belajar.
jawabanyang tepat adalah pilihan A. Pembahasan Buku motivasi merupakan buku yang berisi kajian psikologis untuk membangkitkan gairah atau semangat bagi para pembacanya. Buku motivasi dapat disusun berdasarkan kajian keagamaan atau moral. Biasanya buku ini sering ditulis oleh entrepreneur. Tulisan-tulisannya merupakan kiat-kiat membagi semangat.
RencanaPembelajaran Berdasarkan Lampiran Permendikbud No 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses - TIPS dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan. kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan
Pedomanpenggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia (PPDGJ) pada awalnya disusun berdasarkan berbagai klasifikasi pada DSM, tetapi pada PPDGJ III ini disusun berdasarkan ICD X. Secara singkat, klasifikasi PPDGJ III meliputi hal berikut. 1. F00 -F09 : gangguan mental organik (termasuk gangguan mental simtomatik). 2.
BABII KAJIAN TEORI. sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik, 1994:151) Tantangan Ke Depan. 154 Tantangan Ke Depan SILABUS. ke depan, belakang dan kesamping - Melakukan gerakan kombinasi dari gerak jalan - Melakukan lari ke depan, kebelakang dan ke samping
AbinSyamsuddin Makmun (2003) mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya: (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi
anakyang tidak bisa melanjutkan sekolah dikarenakan kurangnya dorongan dari orangtua terhadap pendidikan anak-anaknya. Berdasarkan latar belakang penulis tertarik untuk mengadakan kajian lebih mendalam tentang skripsi yang berjudul "Pengaruh Ekonomi Keluarga terhadap Motivasi Belajar Anak Di Dusun Girimulyo, Kec. Jenawi, Kab.
bdLT. Jelajahi Best Seller Buku Motivasi & Self Improvement Mudah dari Gramedia. Buku disusun berdasarkan penjualan terbanyak. Motivasi saat ini menjadi salah satu hal yang banyak dibutuhkan dan dicari oleh masyarakat. Motivasi banyak dibutuhkan bukan tanpa sebab. Dalam berbagai keadaan yang sulit dan berat, motivasi dapat menjadi dorongan yang kuat bagi seseorang untuk terus berjuang. Motivasi dapat memacu diri seseorang untuk lebih semangat dalam melakukan suatu hal. Motivasi dapat memacu semangat seseorang yang sedang tidak bergairah dalam mengerjakan sebuah rutinitas pekerjaan yang sebenarnya sudah biasa dilakukan. Motivasi dapat memacu keberanian seseorang untuk melakukan sebuah hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Motivasi juga dapat memacu semangat dan keyakinan seseorang yang merasa takut akan kegagalan terhadap suatu hal yang ingin dicapai. Motivasi sendiri biasanya berasal dari harapan seseorang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Motivasi juga dapat didukung dengan berbagai hal lain, seperti kata-kata semangat, nasihat yang diberikan orang lain, dan kisah perjuangan hidup orang lain. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian, jenis, faktor, dan cara meningkatkan motivasi. Pengertian Motivasi Kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu motivation, yang memiliki arti daya batin atau dorongan. Berdasarkan arti kata tersebut, motivasi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat mendorong atau menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, motivasi memiliki arti dorongan yang timbul pada diri seseorang, baik secara sadar maupun tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dalam KBBI, motivasi juga berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Motivasi merupakan sebuah dorongan, hasrat, atau minat yang begitu besar di dalam diri seseorang untuk mencapai suatu keinginan tertentu. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan atau alasan yang membuat seseorang semangat untuk melakukan suatu hal dalam upaya mencapai tujuan tertentu. Semua hal yang dapat memberikan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dapat dikatakan sebagai motivasi. Keberadaan motivasi akan membuat seseorang berusaha sekuat tenaga untuk mencapai hal yang diinginkannya. Motivasi menjadi suatu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang. Motivasi dapat muncul dari adanya gejala perasaan, kejiwaan, dan emosi yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Tindakan yang dilakukan tersebut dapat disebabkan karena kebutuhan, keinginan, dan tujuan. Motivasi tinggi yang dimiliki seseorang dapat memberikan dampak yang baik. Motivasi yang tinggi akan mengubah perilaku seseorang dalam menjalani kehidupannya. Dengan adanya motivasi, seseorang akan melakukan berbagai usaha untuk menggapai cita-citanya sehingga ia akan menjalani hidup dengan lebih baik. Motivasi akan membuat seseorang tidak mudah putus asa serta akan cepat bangkit saat mengalami kegagalan. Motivasi dapat muncul dari dalam diri sendiri maupun maupun dari orang lain. Seseorang akan merasa lebih semangat atau antusias dalam mengerjakan sesuatu dengan adanya motivasi. Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli Terdapat beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian motivasi. Berikut adalah beberapa pengertian motivasi dari para ahli. Hamalik 1992 Hamalik mengemukakan bahwa motivasi merupakan sebuah perubahan energi yang terjadi pada diri seseorang. Menurut Hamalik, motivasi dapat ditandai dengan adanya perasaan serta reaksi untuk mencapai sebuah tujuan. Makmun 2004 Makmun berpendapat bahwa motivasi merupakan sebuah tenaga, kekuatan, daya, serta kondisi kompleks dalam diri seseorang. Menurut Makmun, motivasi dapat menjadi kesiapsediaan dalam diri seseorang untuk melakukan sebuah pergerakkan kepada tujuan tertentu, baik disadari maupun tidak disadari. Mulyasa 2003 Mulyasa menjelaskan bahwa motivasi merupakan tenaga penarik atau pendorong yang menyebabkan timbulnya tingkah laku menuju suatu tujuan tertentu. Dengan memiliki motivasi yang tinggi, seseorang yang akan bersungguh-sungguh serta mempunyai niat yang kuat sebagai alasan untuk mewujudkan keinginannya. Sardiman 2007 Menurut Sardiman, kata motivasi berasal dari istilah βmotifβ yang memiliki arti penggerak aktif seseorang dalam suatu kondisi tertentu, terutama dalam sebuah kebutuhan untuk mencapai tujuan yang dasar serta mendesak. Sardiman menjelaskan bahwa motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Azwar 2000 Menurut Azwar, motivasi merupakan sebuah dorongan, rangsangan, atau pembangun yang terdapat dalam diri seseorang atau sekelompok masyarakat. Motivasi dapat membuat seseorang bekerja secara maksimal dalam melakukan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Malayu 2005 Menurut Malayu, motivasi berasal dari bahasa latin, yaitu movere, yang memiliki arti dorongan atau pemberian daya penggerak yang dapat menimbulkan gairah serta semangat seseorang dalam melakukan suatu tindakan. Motivasi akan membuat seseorang dapat bekerja secara efektif, bekerja sama, dan terintegrasi dalam semua usahanya untuk meraih kepuasan. Weiner 1990 Weiner mengartikan motivasi sebagai suatu bentuk kondisi internal yang dapat membangkitkan seseorang untuk melakukan sebuah tindakan, mendorong seseorang untuk meraih tujuan tertentu, serta membuat seseorang tetap tertarik dalam melakukan suatu tindakan tertentu. Uno 2007 Uno menjelaskan bahwa motivasi merupakan sebuah dorongan yang terjadi pada diri seseorang, baik bersifat eksternal maupun internal. Menurut Uno, dorongan tersebut diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan dan cita-cita, serta penghargaan dan penghormatan. Edwin B Flippo Menurut Edwin B Flippo, motivasi merupakan sebuah keahlian yang dapat mengarahkan seseorang maupun kelompok untuk dapat mengerjakan suatu tindakan secara optimal sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkannya. Robbin dan Judge Robbin dan Judge mengartikan motivasi sebagai sebuah proses yang menjelaskan mengenai ketekunan, intensitas, serta arah individu agar dapat meraih tujuan dan target yang diinginkan. Jenis-Jenis Motivasi Secara umum, motivasi terbagi menjadi 2 dua jenis, yaitu motivasi intrinsik atau internal dan motivasi ekstrinsik atau eksternal. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis motivasi tersebut. 1. Motivasi Intrinsik atau Internal Motivasi intrinsik atau internal merupakan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu karena faktor dorongan yang berasal dari dalam diri orang tersebut. Motivasi jenis ini tumbuh dalam diri seseorang untuk mencapai tujuan tertentu tanpa adanya pengaruh dari orang lain. Contoh motivasi intrinsik atau internal, yaitu Motivasi seseorang untuk bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Motivasi seseorang untuk melakukan perawatan pada tubuh dan wajahnya agar dapat tampil lebih percaya diri. 2. Motivasi Ekstrinsik atau Eksternal Motivasi ekstrinsik atau eksternal merupakan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu karena faktor dorongan yang berasal dari luar. Motivasi jenis ini dapat tumbuh dalam diri seseorang karena adanya dorongan atau pengaruh dari orang lain atau peristiwa tertentu untuk mencapai tujuan tertentu Contoh motivasi ekstrinsik atau eksternal, yaitu Motivasi seseorang untuk bekerja dengan lebih giat karena perusahaan akan memberikan peluang naik jabatan kepada karyawan yang berprestasi. Motivasi seorang siswa untuk rajin belajar karena ayah berjanji akan membelikan sepeda baru jika ia mendapatkan nilai ujian yang bagus. Faktor-Faktor Motivasi Motivasi yang timbul dalam diri seseorang dipengaruhi oleh 2 dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor yang dapat mempengaruhi motivasi seseorang. 1. Faktor Internal Faktor internal merupakan faktor motivasi yang didapatkan oleh seseorang dari dalam dirinya sendiri. Faktor motivasi ini dapat muncul karena adanya keinginan seseorang untuk mewujudkan cita-citanya serta rasa tanggung jawab yang dimiliki seseorang dalam menjalani hidupnya. Beberapa yang termasuk dalam faktor internal, yaitu harga diri dan prestasi, harapan, kebutuhan, kepuasan kerja, serta tanggung jawab. Harga Diri dan Prestasi Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya faktor dorongan untuk mencapai prestasi yang akan meningkatkan harga dirinya. Motivasi untuk meningkatkan harga diri dan prestasi ini akan membuat seseorang dapat mengembangkan kreativitas dan mengerahkan energi yang dimiliki. Harapan Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya faktor dorongan untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan di masa mendatang. Keinginan untuk mewujudkan suatu harapan akan mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Kebutuhan Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya faktor dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang dimiliki. Kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menjalani hidup akan memotivasi seseorang dalam melakukan sesuatu agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Kepuasan Kerja Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya faktor dorongan untuk mencapai hasil kerja yang memuaskan. Keinginan untuk mencapai hasil kerja yang memuaskan akan memotivasi seseorang untuk dapat bekerja dengan lebih semangat dan produktif. Tanggung Jawab Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya rasa tanggung jawab yang dimiliki seseorang. Dengan rasa tanggung jawab, seseorang akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan penuh kehati-hatian agar dapat memberikan hasil yang berkualitas. 2. Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor motivasi yang didapatkan seseorang dari luar dirinya. Faktor motivasi ini dapat muncul karena adanya peran dari luar yang menuntut seseorang melakukan suatu hal. Beberapa hal yang termasuk dalam faktor eksternal, yaitu jenis dan sifat pekerjaan, hubungan interpersonal, kondisi kerja, serta keamanan dan keselamatan kerja. Jenis dan Sifat Pekerjaan Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena jenis dan sifat pekerjaan tertentu. Seseorang dapat merasa lebih bersemangat dalam bekerja jika memiliki jenis pekerjaan yang disenangi serta imbalan yang besar. Hubungan Interpersonal Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena hubungan yang baik antara sesama rekan kerja atau antara atasan dengan bawahan. Hubungan yang baik akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis sehingga seseorang akan lebih semangat dalam bekerja. Kondisi Kerja Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena memiliki kondisi kerja sesuai dengan yang diharapkan. Dengan begitu, seseorang dapat bekerja dengan lebih baik dan maksimal. Keamanan dan Keselamatan Kerja Motivasi dapat timbul dalam diri seseorang karena adanya jaminan keamanan serta keselamatan dalam bekerja. Dengan adanya perlindungan tersebut, seseorang dapat bekerja dengan perasaan yang lebih tenang sehingga hasilnya dapat menjadi lebih baik. Tujuan Motivasi Motivasi dapat diberikan kepada seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut adalah beberapa tujuan dari motivasi menurut Hasibuan. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat serta memberikan dorongan kepada seseorang. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas seorang dalam melakukan pekerjaannya. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk menjadikan seseorang lebih kreatif serta aktif untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan kedisiplinan seseorang. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk menciptakan rasa tanggung jawab dalam melakukan berbagai pekerjaan. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk mempertahankan tingkat loyalitas seseorang terhadap sebuah perusahaan. Motivasi dapat diberikan dengan tujuan untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif serta hubungan kerja yang nyaman. Cara Meningkatkan Motivasi Motivasi yang tinggi tidak dimiliki oleh semua orang. Masing-masing orang memiliki tingkat motivasi yang berbeda. Seseorang yang memiliki tingkat motivasi rendah akan lebih mudah menyerah dan putus asa. Karena itu, seseorang perlu melakukan hal yang dapat meningkatkan motivasi yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan motivasi. 1. Mencari Pekerjaan yang Sesuai dengan Minat dan Bakat Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat akan menambah motivasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Pekerjaan yang sesuai akan membuat seseorang merasa lebih senang serta menikmati prosesnya sehingga akan banyak ide atau inovasi baru yang timbul. 2. Terus Belajar Seseorang yang terus belajar akan menemukan berbagai hal baru. Semangat untuk terus belajar dapat menjadi dorongan agar menjadi lebih baik. Seseorang akan mendapatkan berbagai pelajaran berarti melalui proses belajar. 3. Berpikir Positif Berpikir positif akan sangat berpengaruh kepada tingkat motivasi yang dimiliki seseorang. Seseorang harus terus berusaha untuk berpikir positif terhadap berbagai hal agar dapat memiliki energi yang baik. Dengan begitu, akan muncul motivasi yang besar dalam diri seseorang untuk dapat mengerjakan sesuatu dengan sebaik mungkin. 4. Membaca Buku Motivasi Buku motivasi umumnya berisi mengenai berbagai kisah yang dapat membangkitkan motivasi seseorang. Membaca buku motivasi akan membantu meningkatkan gairah atau semangat seseorang untuk meraih atau mewujudkan mimpinya.
buku motivasi dapat disusun berdasarkan kajian